REALITA KEHIDUPAN

pernak-pernik kehidupan

Konflik Indonesia-Malaysia Sejarah yang Berulang

SEJARAH pasti berulang. Pemeo ini dibuat guna mengingatkan manusia bahwa kejadian-kejadian di masa lampau suatu saat nanti akan mengalami repetisi. Pemeo tersebut bisa kita kaitkan dengan kondisi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, yang kini memang sedang “terganggu” akibat adanya klaim sepihak pemerintah Malaysia terhadap blok Ambalat yang ada di Laut Sulawesi. Selama ini, hubungan kedua negara memang tidak selalu mulus. Dengan kata lain, relasi bilateral kedua negara memang tidak sepenuhnya diwarnai oleh kenangan manis.

Sejumlah cedera politik, seperti kasus Sipadan-Ligitan, ikut mewarnai hubungan diplomatik kedua negara.

Pada masa pemerintahan Soekarno, hubungan kedua negara satu rumpun ini pernah terguncang, bahkan mencapai klimaks, ketika Presiden RI Soekarno saat itu memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

Indonesia saat itu melihat Malaysia sebagai antek kolonialisme, yang mendukung penjajahan di atas muka bumi. Politik luar negeri Indonesia saat itu memang lebih cenderung pro-Timur, dalam artian pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Soekarno, membenci segala hal yang berbau Barat. Karena kolonialisme adalah produk Barat, maka Indonesia pun menunjukkan ketidaksukaannya ketika Malaysia memilih bergabung dengan Inggris. Sampai saat ini pun, Malaysia, di samping Inggris, Singapura, dan sejumlah negara lainnya, merupakan anggota negara-negara persemakmuran Inggris.

Parahnya, hubungan Indonesia-Malaysia pada tahun 1960-an itu bisa dilihat dari sejumlah slogan politik yang marak saat itu. “Ganyang Malaysia” menjadi suatu kalimat yang populer pada masa itu. Untunglah, perseteruan antara saudara serumpun itu pulih kembali setelah Soeharto menjadi Presiden RI ke-2.

Jadi, jika melihat peta hubungan diplomatik kedua negara, tidaklah salah jika pemeo tersebut menjadi “hidup” kembali. Setidaknya orang-orang yang meyakini kebenaran pemeo itu ingin mengingatkan Indonesia dan Malaysia bahwa sejarah bisa terulang.

Jadi, perseteruan yang pernah terjadi di antara keduanya pada masa lampau bisa kembali terjadi pada tahun ini. Indikasi ke arah itu menguat jika kita melihat kedua negara melakukan sejumlah tindakan pengamanan teritorial di sekitar perairan Karang Unarang Sulawesi Utara.

Tampaknya, luka lama akibat perlakuan Malaysia pada masa lampau yang sering mengklaim sepihak terhadap wilayah RI, belum pulih benar, sehingga sejumlah isu sensitif, khususnya yang berkaitan dengan teritorial pun berpeluang besar mengganggu hubungan saudara serumpun. Apalagi, masyarakat Indonesia melihat perilaku Malaysia belakangan ini cenderung melecehkan Indonesia. Perlakuan pemerintah dan rakyat “Negeri Jiran” tersebut kepada para TKI kita di sana sungguh merupakan tindakan yang tidak terpuji.

Sebelum kasus TKI, kita pun sempat berang dengan klaim Malaysia terhadap Sipadan-Ligitan. Klaim sepihak pemerintah negeri jiran terhadap Pulau Sipadan-Ligitan, telah menyebabkan Indonesia kehilangan wilayah tersebut.

Dalam kasus tersebut, kedua negara, Indonesia dan Malaysia memang saling mengklaim kepemilikan wilayah tersebut. Akhirnya, sebagai solusi, kasus itu pun dibawa ke Mahkamah Internasional. Malangnya, pada tahun 2002 lalu, Indonesia kalah dalam persidangan penentuan kepemilikan pulau tersebut. Pulau itu pun resmi menjadi milik Malaysia meski sebenarnya sampai kini Indonesia “tidak rela” kedua pulau itu dimiliki “Negeri Jiran” tersebut.

Sentimen negatif rakyat kita akibat kasus TKI dan Sipadan-Ligitan belumlah hilang, kini muncul kasus Ambalat, yang akhirnya membuat rakyat kita tambah berang terhadap perilaku Malaysia yang arogan. Jadi, memang bisa dimengerti mengapa respons emosional masyarakat kita begitu meledak-ledak.

Apalagi, jika kita membicarakan masalah power yang dipunyai kedua negara, maka kita bisa perhatikan, power Malaysia kini berbeda jauh dengan power yang dipunyai negara itu pada tahun 1970-an atau 1980-an. Malaysia kini berkembang dengan sangat pesat. Malaysia punya soft power yang bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan Indonesia. Kemakmuran ekonomi Malaysia telah membuat citra negeri tersebut relatif lebih baik. Apalagi, fakta menunjukkan begitu banyak warga negara kita mengais rezeki di sana sebagai pembantu rumah tangga dan buruh kasar lainnya. Warga kita di sana memang identik dengan pekerjaan rendahan tersebut. Setidaknya, banyaknya TKI yang tinggal di sana, membuat pemerintah Malaysia ingin mengatakan bahwa Malaysia kini lebih maju dari Indonesia. Soft power inilah yang digunakan Malaysia untuk berbuat seenaknya, termasuk mungkin dalam kasus Ambalat.

Kasus Ambalat bermula dari perlakuan pemerintah Malaysia yang memberi konsesi kepada perusahaan minyak Amerika, Shell untuk melakukan eksplorasi di Laut Sulawesi. Malaysia mengklaim blok Ambalat yang berada di perairan Karang Unarang tersebut adalah milik Malaysia. Padahal, berdasarkan deklarasi Juanda 1957, pulau tersebut milik Indonesia. Deklarasi Juanda sendiri pada tahun 1959 telah diadopsi oleh PBB ke dalam Konvensi Hukum Laut. Dengan demikian, PBB pun mengakui kepemilikan Indonesia atas pulau itu.

Tidaklah mengherankan jika masyarakat kita marah sebagaimana ditunjukkan masyarakat Makassar yang menolak klaim Malaysia tersebut. Bahkan rakyat setempat meminta pemerintah kita untuk mengambil tindakan tegas terhadap ulah arogan pemerintah Malaysia. Slogan politik “Ganyang Malaysia” pun kembali populer dan ini bukan hanya terjadi di Sulawesi tetapi juga di Jawa Barat dan wilayah Indonesia lainnya. Mereka meminta pemerintah mempertahankan kepemilikan atas pulau itu.

Pemerintah RI memang telah mengerahkan tujuh kapal perangnya ke perairan Karang Unarang. Ini dilakukan bukan untuk mengajak Malaysia berperang tetapi semata-mata untuk menjaga kedaulatan wilayah RI. Apalagi, Indonesia sendiri merasa terhina ketika di lautan itu pun, sejumlah kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia juga berpatroli di sana. Indonesia melihat langkah Malaysia tersebut sudah tidak bisa ditoleransi. Dengan kata lain, Malaysia sudah melakukan pelanggaran teritorial maka Indonesia pun berhak untuk segera mengambil tindakan tegas.

Benar sekali, guna mempertahankan kedaulatan wilayah RI, tindakan tegas harus diambil tetapi tentu saja harus mengutamakan prinsip-prinsip antikekerasan. Pasalnya, kita selama ini sudah belajar dari sejarah bahwa penyelesaian konflik dengan menggunakan kekerasan bukan tindakan yang baik. Apa pun alasannya, kekerasan jangan dibanalisasi karena ketika kekerasan itu menjadi suatu hal yang banal (wajar), maka yang rugi kita semua.

Oleh karena itu, dalam menyelesaikan kemelut yang kini tengah mengganjal hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, upaya diplomasi harus dinomorsatukan. Untuk apa kita punya Deplu dengan para diplomatnya, jika jalan tengah yang kita ambil untuk menyelesaikan perseteruan itu berupa kekerasan.

Kita harus berpikir jernih dalam menangani kasus ini, tanpa harus kedaulatan kita “diinjak-injak” pihak lain. Dengan cara-cara yang santun, dalam hal ini memberdayakan jalur-jalur diplomasi, semoga persoalan yang kini mengganggu relasi bilateral kedua negara serumpun ini bisa terselesaikan dengan cepat, tanpa harus ada pertumpahan darah atau perang.

About these ads

December 15, 2007 - Posted by | Uncategorized

97 Comments »

  1. demi martabat dan harga diri bangsa..merdeka…….

    Comment by iyud | September 1, 2008 | Reply

  2. saya sbgi mahasiswa hukum di Indonesia,
    berjanji akan membela tanah air ku Indonesia

    Comment by hrv | December 4, 2008 | Reply

  3. Saya sngat tdk setuju dgn tindakan malaysia yg mengklaim bhwa blok ambalat milik mereka , sudah saatnya kita bertindak tegas , MAJU TAK GENTAR MEMBELA YG BENAR . merdeka . …. .

    Comment by Egi s | June 3, 2009 | Reply

  4. bela negara kita sampai titik penghabisan!!!!!!
    merdeka…… Gunakan Sifat patriotisme.

    Comment by Pro Indo | June 5, 2009 | Reply

  5. Hooii bangsa Indonesia yang sok patriot, mari berkaca, kita sendirilah yang membuka diri untuk diijak, dengan falsafah “NRIMO” kita membiarkan diri kita diinjak, ketika ada kasus yang mencuat semua teriak dan sok marah-marah tapi tetap saja kemudian hari MEMINTA kembali ke Malaysia “ayo dong injak saya”.
    Jumpa TKI di malaysia bukan main kesalnya, kenalan sudah bilang bahwa saya orang Indonesia juga tetap aja sok ngomong melayu padahal lidah medoknya sangat jelas, dih, bangga nya jadi TKI. “Saye bbharu pulang ddhari INDON”, tai anjing kesal banget dengernya. Hey Sosiolog dan Antropolog hebat Indonesia pelajari dong sesungguhnya bagai mana jiwa dan mental bangs kita….KALO MAU KERAS JANGAN NGOMONG AJA, TINDAKAN DONG…

    Comment by Davita | June 11, 2009 | Reply

    • dul, jangan ngomong kasar gitu mental lo tu tempe bahkan cuma oncom!! modal lu ape??.. konyol lo jadi orang. kalo lo dah punya anak mending lu kasih pendidikan ilmu pengetahuan yang tinggi, karena dengan ilmu orang bisa menang bahkan melawan iblis sekalipun!!

      Comment by kamdul | January 3, 2011 | Reply

    • malasia….???kalian kalian hanya antek2 dan boneka permainan saja…. ?kalian belum tau bagaimana kayanya bumi indosea….begitu subur nya tanah indonesia….!!
      coba bandingkan dengan negara kalian MALASIA…..???punya apa kalian……..???anda bilang berkaca,,,bukankah itu kata2 untuk anda sendiri…..?negara mana yang bisa menang berperang dengan indonesia mana mana mana……!!! kalian itu cuman kutu….di ibarat khan kalian cuma sebatas debu yang harus di bersihkhan..di muka bumi ini….!!kalian brani karna punya tameng di blakang kalian….??andai 1 vs 1 ,,,,,,,,hahahahahahahaha imposebel kalian bisa menang…!!! itu sudah terbukti dalam sejarang,di mana bp.presiden soeharto..menantang perang (MALASIA) hanya bisa menjawab (DEPLOMATIK.)…bilang saja kalo kalian takut..??KALIAN ITU HANYA SEPERTI KUTU BUSUK YANG BERANI PANTAT TAPI TAKUT BERHADAPAN MUKA….!!! Itu sudah tercatat dalam sejarah 1986 sampai sekarang..2012..!!!!

      Comment by devans | February 27, 2012 | Reply

      • udah kawanku sebangsa setanah air indonesia,,,, kita ini manusia merdeka,,,, knapa mesti ribut ngurusin negara BONEKA,,, hehehehe,,, benar sekali orang indonesia pekerja kasar di negri jiran yang angkuh dan sombong,,,, tapi itu cuma sebagian kecil,,, bahkan secuil dr penduduk indonesia yang menjadi pekerja kasar di sana,,,

        tp kita pikir sejenak,,, apa bedanya dengan kalian warga negara malaysia,,, seluruh bangsamu hanya budak kerajaan inggris,,,, jd berkacalah sebelum kau menyuruh kami berkaca

        salam perdamian,,,,, INDONESIA MERDEKAAAA,,,,, MALAYSIA,,,,?????

        Comment by JOE | December 10, 2012

  6. Indonesia sebagai negara yang berdaulat seharusnya harus bertindak jangan terima harga diri bangsa di lecehkan. Karena malaysia hanya negara buatan inggris, ganyang malaysia

    Comment by Isnan Daryanto | July 5, 2009 | Reply

  7. sayang sekali..padahal negara kita tercinta ini adalah negara yanga kaya raya..mulai dari SDA sampai dengan SDM.. tetapi tampaknya pemerintah kita pernah sadar untuk mewujudkan Indonesia yan lebih maju dan lebih kuat…
    sedangkan malaysia hanya negara kecil yg merupakan bentukan dari inggris..
    yaa wajar saja sih malaysia maju karna bantuan inggris dan australia..coba klo gk ada inggris..pasti negara itu gak akan jadi negara apa2…
    Semoga di tahun2 mendatang Indonesia dapat menemukan pemimpin yang tepat,yang bisa membuat bangsa ini semakin kuat dimata duni.. bukan hanya karna teror bom aja…
    yahh karna saya besar dan lahir di Indonesia..maka saya harus mendukung Indonesia…
    Majulah Indonesia…

    Comment by anastasia | July 23, 2009 | Reply

  8. dont…just a comment….do it smething….in your self first….secondly,,in your lovely country…

    Comment by tro | August 27, 2009 | Reply

  9. seperti itukah mental kita???
    belum terasakah kita di injak2 harga diri kita?

    apa harus kah kita harus diam dan tanpa tindakan???
    kita harus bangkit…
    pertahankan negri ini…
    jangan terus menerus ibu pertiwi menangis…

    buat semua yang baca ini…
    ayo…kita pertahankan indonesia…kita satukan niat kita…
    utuk mempertahankan budaya ,NKRI & harga diri kita..
    dari semua klaim malaysia…

    Comment by -------- | August 28, 2009 | Reply

  10. malaysia gancok,,,,,poso2 maraiwong misuh,,,ancrit

    Comment by anggita | August 29, 2009 | Reply

  11. ganyang malingsia

    Comment by bohaay | August 29, 2009 | Reply

  12. wahai rakyat Indonesia…marilahkita bersatu untuk melawan kekejian malasya terhadap NKRI yang kita cintai ini.majuterus pantang mundur tuk bela tanah air kita karena kita bangsa yang
    besar.yang.siap untuk berperang menganyang malaisya yang sangat biadap dan tidak berperikemanusian mari bersatu untuk perang ganyag malasia biadap

    Comment by boy | August 29, 2009 | Reply

  13. Sampai tetes darah penghabisan….

    M..E..R..D..E..K..A…!!!!!

    Comment by ronie | August 30, 2009 | Reply

  14. sebelom salahkan malaysia…tanya diri dahulu apa yang pemimpin anda sudah contribute? perihal negara sendiri tidak terjaga apatah lagi mahu setel perkara internasional??

    malaysia mmg lebih maju dari banyak perkara tapi semuanya hasil kejatuhan…tidak akan maju jika tidak jatuh terlebih dahulu…

    kalian bising malaysia corupt…ya kami ngaku segelintir pemimpin kami corupt tapi mereka tetap jalankan tugas mereka untuk kami hidup lebih senang…

    pemimpin kalian??belom naik lagi bangunan sudah habis wang dibolos..

    selesaikan masalah negara anda terlebih dahulu sebelom pikirkan tentang negara luar..

    sebab ini lah rakyat malaysia lebih maju dari kalian semua..
    tapi terus terang saya ingin katakan saya amat kagum dengan semangat patriotisme kalian…tapi salah penggunaannya..

    sepatutnya kita negara serumpun bersikap lebih terbuka…
    jangan hanya tau ganyang malaysia tapi kebajikan negara anda sendiri tidak terjaga…

    malaysia sudah kira bagus menyediakan peluang pekerjaan untok rakyat indonesia tetapi maseh tidak bersyukor…

    malaysia sudah kira bagus memberi bantuan jika indonesia ditimpa bencana atau kesusahan tetapi langsung tidak d appreciate…
    singapore thailand brunei langsung tidak ada masalah dengan malaysia…cuma kamu semua yang serong pandangan terhadap malaysia…kenapa? kerana pulau? kamu tanya pendudok pulau itu sendiri…siapa yang mereka pilih?pasti mereka mau malaysia…kerana apa?mereka mau kemajuan…kesenangan…
    bukan hanya semangat patriosme di akal dan mulut tapi tidak punya apa2…

    bentuk pemimpin kamu sebaik2 nya kerana negara kamu kaya dengan mineral…kaya dengan hutan…kaya dengan sumber2…kamu ada budaya yang cukup cantik maka jagakanlah…

    kalau kamu mahu tahu…malaysia tidak ada majalah playboy…kami bukan pro inggeris…tapi indonesia sewenang2 nya menerima kemasukan majalah itu..jadi siapa yang lebih kebaratan??itu contoh yang kecil…yang lain kamu pikirkan sendiri ya…

    kami hanya mengambil yang baik dari barat…yang burok kami tolak..tpi tetap akan ada segelintir rakyat malaysia yang pro barat melalui kehidupan harian seperti orang2 barat…

    tapi pemimpin kami tidak akan menerima perkara itu untuk dijadikan budaya hidup kami…maka siapa pro inggeris??kalian bukan?dengan movie2 berunsur kebaratan yang dibikin kalian…bukan pro inggeris??jadi apa itu??

    wahai warga indonesia…pikirkanlah…gunakan akal..jangan hanya lebih cakap..tapi tidak tahu apa yang kamu maksudkan…

    malaysia bermula dari bawah…sama seperti kalian semua…kami maju bukan kerana ehsan…kami maju kerana pendidikan dan belajar dari kesilapan…

    saudara jiran…

    Comment by buyun4throttleterbang | August 30, 2009 | Reply

  15. Rakyat Malaysia juga mempunyai masalah disebabkan oleh rakyat Indonesia…

    Antaranya:

    Pekerjaan…
    Disebabkan kos tenaga kerja buruh dari Indonesia adalah jauh lebih murah berbanding mengambil rakyat Malaysia sendiri…syarikat2 di malaysia mengambil keputusan untuk memilih rakyat Indonesia untuk dijadikan pekerja contoh nya di kilang, tapak pembangunan, peladangan, dan lain2…
    Ini menyebabkan ramai rakyat Malaysia yang telah kehilangan pekerjaan menyebabkan kadar kemiskinan mendadak…

    Tapi rakyat Malaysia tidak terus menyalahkan Indonesia bukan?

    Malah kerajaan Malaysia sendiri telah melakukan banyak cara penyelesaian untuk mengatasi masalah ini..contohnya menyediakan program2 khas seperti projek desa(perniagaan kecil-kecilan di kawasan kampung supaya rakyatnya mempunyai pekerjaan)

    Hasilnya rakyat Indonesia boleh terus berkerja di Malaysia tanpa dihalau keluar melainkan tidak mempunyai permit yang sah…ini pasti kamu sendiri tahu…

    Pada fikiran saya jika kalian rakyat Indonesia menghadapi masalah ini sudah pasti kalian menyalahkan Malaysia 100%…langsung tidak membuat apa2 tindakan dan hanya boleh memikirkan cara bagaimana untuk menganyang Malaysia seperti yang dihebohkan oleh kalian…

    Ini membezakan Malaysia dan Indonesia…

    Kedaulatan…
    Malaysia terbahagi pada dua Semenanjung Malaysia dan Malaysia Barat(Sarawak & Sabah)…

    Pada awalnya Malaysia hanya memajukan atau lebih memandang kearah kawasan Semenanjung sahaja…Oleh itu Kuala Lumpur berkembang pesat sehingga mempengaruhi kawasan berdekatan nya…Sabah dan Sarawak pula dianggap mundur…

    Namun untuk menjaga kedaulatan Malaysia kerajaan bertindak untuk membangunkan kawasan2 pedalaman dan menggunakan potensi sumber yang sedia ada di kawasan tersebut menyebabkan Sabah dan Sarawak sekarang lebih MAJU berbanding 30 tahun dahulu…

    Contohnya Tawau Sabah…jika dibandingkan dengan Nunukan yang dianggap wilayah mundur oleh warga Indonesia sendiri…beza dua daerah ini umpama langit dan bumi…Tawau dahulu adalah kawasan mundur tetapi oleh kerana keprihatinan kerajaan Malaysia tawau sekarang mempunyai kekuatan ekonomi yang besar nilainya…sama juga seperti Miri, Kuching, Bintulu, Sibu…terus dimajukan agar rakyat menjadi senang…terus kawsan2 ini ditempatkan para askar atau militari bagi melindung sebarang ancaman luar…demi apa? demi kedaulatan…

    Bagaimana pula tindakan kerajaan Indonesia terhadap NUNUKAN???daerah yang dianggap mundur dibiarkan mundur terus…padahal potensi ekonomi kawasan yang kalian anggap mundur itu adalah amat besar…yang dimajukan hanya kawasan berdekatan wilayah Jakarta…Bagaimana pula kalian mahu menjaga ekonomi rakyat dan menempatkan askar atau militari di kawasan mundur?? Bagaimana kalian mahu melindung wilayah kalian yang besar itu??

    Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya dengan sumber dan jumlah rakyat yang begitu ramai..kelebihan kalian begitu banyak tapi kerajaan kalian tidak mengambil kesempatan keatas kelebihan yang sudah ada…salah siapa?Malaysia?

    Di Malaysia sendiri banyak mempunyai masalah yang lebih besar…contohnya maslah perkauman…MELAYU CINA INDIA dan di Sabah dan Sarawak ada lebih dari 27 kaum….

    Masalah perkauman ini menyebabkan banyak masalah lain timbul dari segi agama adat budaya dan komunikasi…malah sering menyebabkan pegaduhan…kebaikannya…kaum2 di Malaysia ini bersaing sesama sendiri untuk mendapat tempat yang lebih baik terus menyebabkan kami di Malaysia semakin maju???Sukar dibayangkan tapi rakyat Malaysia tidak menyalahkan sesiapa kerana tidak ada masa untuk itu…

    Bukan kah lebih mudah utk maju di Indonesia???Kerana kalian sudah tidak melabelkan diri mengikut warna kulit atau agama…kalian melabelkan diri kalian sebagai bangsa INDONESIA….saya sendiri amat kagum dengan semangat Bangsa Indonesia kalian….bukan kah lebih senang untuk berkomunikasi serta berinteraksi agar lebih maju?? Kelebihan kalian sendiri terlalu banyak tapi kalian lalai…

    Hidup ini terlalu singkat untuk membenci orang lain…Setiap masalah boleh diselesaikan dengan cara yang betul…tetapi kesedaran kalian sendiri yang menentukan…

    Comment by buyun4throttleterbang | August 30, 2009 | Reply

    • apa yang di katakan sodara kita ini benar adanya, kita harus lebih berbenah diri dan mencari pemimpin yang lebih baik..

      Comment by imanjink | November 15, 2011 | Reply

    • ada benar nya kita saling instropeksi diri masing2….tpi jagan sampai lupa bahwa kita sebagai penerus bangsa tetap harus berjuang untuk melindungi tanah air kita!!!satu pesan dari saya sampai kapan pun di manapun negara mana pun tidak akan bisa menjajah indonesia begitu saja. karna sekali saja rakyat indonesia bergabung-menjadi satu…kalian akan hancur lebur..!!! kutipan sejarah (PATIH GAJAH MADA ) yang menyatukan NKRI dari sabang sampai meraoke.

      Comment by devans | February 27, 2012 | Reply

      • hoi bung,,,,,,,indonsial tgh dijajah yang dinamai korupsi

        Comment by presiden imbauan | October 10, 2012

  16. NKRI HARGA MATI…!!!
    Inget pesen bung karno : “GANYANG MALAYSIA…”

    Comment by prima trisna aji | August 31, 2009 | Reply

    • aduh,,,,, g mn mau mju tiap ary hanya bangga dgn sejarah

      Comment by presiden imbauan | October 10, 2012 | Reply

  17. jangankan pertahanin negara kita yang begitu indah dan luas,kalo buat saya,pertahanin rumah dengan beberapa meter saja,akan saya pertahanin sampai titik darah penghabisan!
    merdeka buat negeriku tercinta!!!

    Comment by vicky | September 1, 2009 | Reply

  18. Ganyang malaysia……..

    Comment by bimaeka | September 2, 2009 | Reply

  19. semangat

    Comment by andre | September 4, 2009 | Reply

  20. Ayo Pemerintah jangan mikirkan kantong sendiri,…

    Tu hajar negara malingsia,yang udah meleceh kan Indonesia,..

    malaysia Anjing,..

    Mank Negara Maling,Pengecut…

    Comment by Cinta Tanah Air | September 6, 2009 | Reply

  21. Ayo indonesia ku…
    kita satu kan suku dan budaya kita agar tidak di usik oleh negara yang tidak mempunyai harga diri dan rasa malu.
    INDONESIA KUWI NOMER SIJI PALING APIK, , ,GEMAH LIPAH LOH JINAWI

    Comment by NANA | September 7, 2009 | Reply

  22. Assalamualaikum buat semua pembaca,
    Nyata sekali jika dilihat dari komentar para pembaca Indonesia dan Malaysia…kebanyakan pembaca dari Indonesia kurang matang dalam berfikir (cuma ada segelintir yang berfikiran matang dan rasional), yang lain rata-ratanya ikut rasa marah. Pembaca Malaysia lebih tenang dan rasional dalam meberi komen, mungkin ini antara sebab Malaysia jauh lebih maju berbanding Indonesia yang jauh ketinggalan. Mungkin juga sebab itu ramai bangsa Indonesia yang bukan bebangsa Cina jauh ketinggalan sebab mereka hanya tahu marah berbanding mencari penyelessian masalah, mereka punya banyak masa mencari jalan menganyang Malaysia, tapi masa untuk majukan Indoneisa pulak dilupakan. Kami di Malaysia tidaklha terlalu ghairah memikirkan tentang budaya itu milik siapa, kami mencari jalan untuk mempromosikan budaya itu, itu yan kami lakukan, seperti tanah kalo hanya disimpan tanpa diusahakan, pasti tiada membawa apa apa pulangan. Nabi sendiri berpesan Sabar dan jangan ikut perasaan marah, ini sudah pasti sebab perasaan marah itu membawa kepada kerugian manakala sabar itu membwa kepada kebaikan, jangan menghukum seluruh rakayt Malaysia hanya kerna iklan, tarian dan apa apa lagi yang kalian marah dengan kami. Rakyat Malaysia bukanlah manusia arrogan, kami sudah cukup baik kerana bisa menerima rakyat Indonesia d Malaysia, malah ramai di kalangan anak-anak rakyat Indonesia yang lahir di sini sudah menajdi rakyat Malaysia, kami terima dengan hati terbuka sebagai bangsa Malaysia, sudah ramai dikalangan mereka yang berpangkat besar, hidup mewah hasil usaha dan titik peluh mereka d bumi Malaysia. Kami tdiak pernah mengancam nyawa mereka, atas peri kemanusiaan dan dasar persaudraan Islam kami hidup aman bersama. Mentaliti kalian d Indonesia jauh berbeza dengan kami d Malaysia, orang Malaysia belajar dari kesilapan iaitu belajar untuk tidak mengikut perasaan marah dan sabar daam bertindak. Kebanyakan orang Indonesia suka marah ikut perasaan, suka guna kekerasan (namun bukan semua), cuba ubah sikap itu mungkin Indonesia akan lebih maju banding Malaysia Inysallah. Bukan kah lebih baik jiak Indonesia dan Malaysia maju sama sama berkongsi budaya dan bersatu, kita sudah lihat bagaimana negara-negara Islam d tanah arab berpecah dengan mudah Musuh Islam memecahbelahkan mereka, bukankah lebih manis dan bagusnya jika kita mecari jalan perpaduan di kalangan rumpun kita agar musuh yang lebih besar di luar sana tidak bisa tembus menghancurkan rumpun Islam d nusantara ini. Siapa tahu ini mungkin antara cara musuh Islam melaga-lagakan kita sesama Islam agar mudah bagi mereka menghancurkan Islam d rantau ini, Tidak kah kalian semua terfikir? Jangan ikut rasa marah, kerana marah badan binasa. Tidak ada baiknya jika kita berpecah belah di sebabkan hanya kerna satu tarian atau sebuah pulau, dunia ini bukan milik kita yng mutlak, tetapi milik Allah S.W.t, kita hanya khalifah yang diamanahkan untuk menguruskannya ke arah kebaikan.Semua ini kita tidak mampu membawanya ke mati, ingat masa terlalu singkat bagi kita di dunia untuk membenci antara sesama kita (Muslim). Jangan tunggu sampai Allah S.W.T turunkan bala barulah kita mahu berdamai dan bersatu, belajar dari sejarah Islam sendiri, kejatuhan Islam bukan kerna kuatnya musuh Islam tetapi kerna sifat benci menbenci, marah dan syak waksangka antara sesama Islam. Kami di Malaysia tidak pernah membenci kalian di Indonesia, malah kami sentiasa merasa kita adalah serumpun dan saudara, kami tidak punya rasa dendam atau marah dengan kalian, kerna kami tahu sangat rugi jika saling benci membenci tidak ada untungnya dunia dan akhirat.
    Asslamualaikum

    Comment by Roy Hadrah | September 9, 2009 | Reply

  23. Assalamualaikum…..

    Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

    الحديث السادس عشر
    عــن أبـي هـريـرة رضي الله عــنـه ، أن رَجُــلاً قـــال للـنـبي صلى الله عـلـيـه وعلى آله وسـلـم : أَوْصِــنِي .
    قال :( لاَ تَغْضَبْ ) فَرَدَّدَ مِرَارًا ، قال : ( لاَ تَغْضَبْ) .
    رواه البخاري [ رقم : 6116 ].

    Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwasanya seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Salam:
    Berilah aku wasiat.
    Nabi Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Salam bersabda:
    Janganlah engkau marah.
    Orang tersebut mengulangi permintaannya hingga beberapa kali, sedang Nabi ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Salam bersabda:
    Janganlah engkau marah.
    (HR. Bukhari).

    walaupun saya hanyalah sekadar seorang remaja,, saya sudah mampu berfikir demi kesejahteraan dunia… tentang masalah Malaysia dan indonesia,, kenapa tidak kita berunding dan berdamai tanpa melibatkan pertumpahan darah yakni peperangan???

    kepada rakyat Indonesia semua,,, bersabarlah.. usah biarkan sifat marah mu mnguasai diri kerana ia adalah pekerjaan syaitan… anda semua mungkin merasakan saya sedang membela malaysia,, ttp itu adalah salah kerana saya bercakap atas dasar seorng MUSLIM KHALIFAH ALLAH.. ingat lah,, kita orang ISLAM,, jngan memusuhi sesama kita…

    saya cukup terkilan apabila saudara semua cuba mencetuskan konflik peperangan terhadap malaysia…

    bercakap tentang pekerja indonesia di MALAYSIA…
    terdapat 1.12 juta rakyat indonesia yg bekerja di malaysia secara sah dan masih terdapat ramai lagi yg bekerja tanpa permit yang sah.. ini telah mnyebabkan hampir 2 juta rakyat malaysia tidak mempunya pekerjaan… kerajaan malaysia juga telah membelanjakan RM 1.169 juta (3,315,149,599.14 rupiah) setiap hari untuk mnguruskan pedatang haram di malaysia (lebih 50% rakyat indonesia).. selain itu,, pendatang haram ini juga mencetuskan 20% kes jenayah di malaysia…
    namun,, kami rakyat malaysia tidak pula marah dengan anda semua sehingga hendak berperang walaupun anda telah mencetuskan maslah ini kepada kami… kerajaan kami telah kehilangan banyak wang sedangkan kami boleh lakukan benda yg lebih penting untuk rakyat Malaysia…

    masalah sipadan dan ligitan..
    mengikut sejarah,, pulau tersebut tidak di miliki oleh malaysia mahupun indonesia.. pulau tesebut bukanlah kesultanan sulu ataupun wuluhan…. malaysia dapat pulau tersebut setelah meneliti kedatangn penjajah indonesia (belanda) n penjajah malaysia (inggeris)..

    tp,, apa yg saya nak sampaikan disini,, jangan lah kita bermusuh kerana kita semua adalah SAUDARA ISLAM.. kalau kita berpecah,, pihak KAFIR akan mudah menghancurkan kita semua…

    Comment by imran the fraxie | September 10, 2009 | Reply

  24. assalamualaikum..satu lagi saya ingin menambah…

    saya dapat perhatikan bahawa media massa Indonesia memainkan peranan penting dalam menimbulkan kemarahan rakyat Indonesia.. ada saja berita tentang benda buruk yg Malaysia buat ke atas Indonesia… tahukah anda semua,, kerajaan Malaysia telah melarang media massa Malaysia (newspaper,, berita) daripada mengeluarkan berita buruk tentang Indonesia demi menjaga hubungan MALAYSIA n INDONESIA.. sedar lah anda semua,, malaysia telah bermurah hati dngn anda… belum ada rakyat Malaysia yg membakar bendera negara anda seperti anda lakukan ke atas kami…

    salam ukhwah..

    Comment by imran the fraxie | September 10, 2009 | Reply

  25. sila baca petikan ini!!!!!

    “””””
    Presdir KRU Norman Abdul Halim mengakui telah memproduksi film dokumenter tentang Enigmatic Malaysia atau Malaysia yang mengandung teka-teki. Ada enam film dokumenter yang diproduksi oleh KRU Sdn Bhd, sebuah “production house” (PH), Malaysia dan dijual ke DC.

    Enam film dokumenter itu ialah “The Melakan Portuguese – Preserving Their Heritage, “Bajau Laut – Nomad of The Sea”, “Keris – The Myth & The Magic” dan Kellie`s Castle – Myth & Mystery”, dan “Batik” dan “Wau”. “Film ini diputar Discovery Channel di 23 negara di seluruh dunia,” kata Norman.

    “Serial ini bukan film promosi wisata Malaysia. Ini adalah film serial dokumenter. Ini bisnis murni antara production house kami dengan Discovery Channel. Tidak ada keterlibatan pemerintah Malaysia, baik itu kementerian pariwisata atau kementerian penerangan dan kebudayaan Malaysia,” katanya.

    “Di sini saya tegaskan bahwa memang betul kami yang produksi enam film dokumenter, tapi film promosinya sendiri yang buat adalah Discovery Channel sendiri. Bukan kami. Bukan kementerian pariwisata, dan bukan kementerian penerangan dan kebudayaan Malaysia,” tegas Norman, yang orang tuanya berasal dari Sumatera Utara.

    “Dalam film itu ditayangkan juga kebudayaan Jawa yang ditunjukan dengan tarian Jawa bukan tarian Pendet Bali. Jadi film promosi yang dibuat Discovery Channel tidak mengambil dari potongan film kami, tapi mungkin diambil dari dokumenter milik Discovery Channel sendiri,” katanya.

    Dengan demikian, tari Pendet yang muncul di film promosi Enigmatic Malaysia bukanlah promosi wisata Malaysia. Bukan juga diproduksi dan didanai oleh kementerian pariwisata, kementerian kebudayaan Malaysia atau PH Malaysia, tapi dibuat oleh Discovery Channel yang berbasis di Singapura.

    DC Asia Inc pun sudah mengakui bahwa kesalahan ada di staf bagian promosi mereka. DC Asia Inc pun sudah menyatakan permohonan maaf atas kesalahan itu kepada kementerian pariwisata Indonesia.
    “””””””

    mohon agar rakyat Indonesia faham.. jangan mudah percaya dengan newspaper anda..

    Comment by imran the fraxie | September 10, 2009 | Reply

  26. salam.

    well can we now compare these comments given from both malaysians and indonesians?

    from what i see,
    malaysians are more RELIABLE THINKER : SABAR, JGN GADUH, FIKIR BTUL2, ORG ISLAM MESTI BERSATU..
    and indonesians are more like : JOM PERANG! BUNUH! BAKAR! GANYANG2!

    so if the God is here as the judge, whose opinion WILL HE CONSIDER?

    wassalam.

    Comment by me | September 10, 2009 | Reply

  27. Assalamualaikum wr wb

    tergelitik juga untuk ikut berkomentar disni…
    saya turut prihatin dgn apa yg terjadi antara Indonesia dan Malaysia…kita satu rumpun…tapi begitu banyak konflik terjadi..ibarat adik dan kaka berkelahi…
    namun alangkah lebih baik jika kita bisa meredam emosi,berfikir jernih,tenang dalam menghadapi masalah.kita bangsa Indonesia memang memiliki patriotisme tinggi,namun kita sebagai bangsa Indonesia,harus menjunjung nilai2 moral bangsa,tunjukkan bahwa kita bangsa yang beradab,memiliki sifat dan sikap yang baik,jangan mudah terpancing emosi,..bersikap jernih dalam berbicara.saya salut dengan comment temen2 Malaysia.namun kami sebagai bgs Indonesia adalah wajar tergelitik,terusik dengan kejadian2 yang menimpa Indonesia,walaupun kami mungkin bisa mengambil kesimpulan lain,bahwa mungkin dibalik ini semua adalah usaha memecah belah terutama kaum muslim (dimana Indonesia dan Malaysia adalah dominan mayoritas muslim).
    kami yakin tidak semua orang Malaysia seperti pada comment2 ini,ada sebagian lain yang sangat anti Indonesia.pun sebaliknya.
    semoga konflik ini dapat diselesaikan dengan diplomasi yang sangat baik,didukung pula dengan data2 yang akurat,dan tanpa ada tindakan kekerasan.

    Salam Indonesia

    Comment by ade | September 12, 2009 | Reply

  28. Assalamualaikum w.b.t..
    Saya menyokong apa yg tlh diperkatakan oleh Ade..
    Anda berfikiran matang.Itulah sepatutnya yg kita harus junjung{tdk kira rakyat Malaysia mahupun Indonesia).Alangkah baiknya jika perang itu kerana kita mempertahankan maruah Islam bukan kerana provokasi yang dicetuskan oleh pertimbangan negatif dan amarah.
    Kata pepatah, bersatu teguh, bercerai roboh.
    Semoga kekusutan yang melanda akan pulih sepenuhnya..
    wassalam..
    Salam 1 Malaysia.

    Comment by muzaf ahmad | September 12, 2009 | Reply

  29. saya pikir saatnya kita sama-sama berpikir jernih dan lebih mendalam dalam menyikapi konflik ini..jangan saling terbawa emosi dengan artikel dan komentar-komentar yang ada..satu hal yang pasti : ADA YANG DIUNTUNGKAN DARI PERTIKAIAN INDONESIA-MALAYSIA..jadi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk lebih memahami kasus ini lebih jernih!!!

    Pihak Ketiga dalam Konflik Indonesia Malaysia

    Comment by Dhanyse | September 16, 2009 | Reply

  30. bismillahhirrahmanirrahim,
    assalamualaikm…

    begitu banyak komentar yang telah dikarang oleh rakyat kedua-dua buah negara, malaysia dan indonesia. masing-masing meluahkan isi hati dan pendapat mereka tentang konfrontasi yang terjadi ini. terlebih dahulu, biarlah saya nyatakan bahawa saya seorang warga indonesia. bukanlah saya ingin memihak sesiapa, tapi berdasarkan penulisan kalian dia atas, saya dapati setiap daripada kalian mempunyai perasaan cinta akan negara, dan ini adalah sesuatu yang bagus, ALHAMDULILLAH. namun begitu, perasaan cinta akan negara yang kalian miliki kadang kala ilihat sepeti terlalu terbawa-bawa sehingga melebih-lebih. contoh yang terbaik ialah slogan ‘Ganyang Malaysia’ dan gelaran Malingsia. tambahan lagi, ramai komentar oleh kebanyakan warga indonesia di atas telah menggalakkan peperangan dan perbalahan di antara dua negra ini semakin menjadi-jadi. ditambah pula oleh akhbar yang sering mengadudombakan rakyat kedua negara ini dengan memaparkan cerita yang tidak baik. seharusnya, kita sebagai Muslim haruslah bersabar dan menyiasat terlebih dahulu atas apa2 tuduhan p0n.

    saya bukanlah orang yang bijak dalam sejarah mahupun pengetahuan am, namun cukup sekadar memerhati untuk mengetahui masalah sebenar yang terjadi. andai kata rakyat Malaysia benar-benar melakukan apa2 yang bisa membuatkan semua warga Indonesia marah, maka kami memohon maaf. malah, kepada rakyat Malaysia sendiri, jgnlah terlalu makan hati dengan apa2 yang telah terjadi. usah diikutkan perasaan amarah itu, kerana perasaan marah itu adalah berpunca dari syaitan yang seronok melihat perbelahan di antara umat Islam. selain itu, rakyat Malaysia, usahlah diungkit akan masalah yang telah timbul disebabkan rakyat Indoneisa, mahu pun bantuan2 yang telah diberikan kepada mereka, kerana apabila kita mengungkit, seala kerja yang dilakukan adalah sia2. lebih baik kita pandang kehadapan, dan mencari jalan penyelesaian dengan cara yang baik.
    ambillah contoh terbaik, perdana menteri ita yang pertama, berjaya mencapai kemerdekaan dengan hanya melakukan sebuah perundingan. ulangilah cara ini dengan negara Indonesia, bertolak ansur sesama jiran tidak akan merugikan sesiapa.
    teringat saya akan kisah nabi, seorang wanita yang begitu sempurna solatnya, dan ibadahnya telah meniggal dunia, lalu berkata sahabat nabi, wanita ini pasti akan masuk syurga. namun nabi segera berkata TIDAK, sebabnya, walaupun wanita tersebut taat kepada Allah dan sempurna ibadatnya, namun dia telah mengabaikan adabnya kepada jirannya.
    lihatlah, kerana perkara itu sahaja Allah telah menjauhkan syurga dari kita, jadikanlah cerita ini sebagai iktibar. buanglah yang keruh dan ambillah yang jernih.
    andai apa2 yang saya tersalah, harap bisa diampun kerana setiap manusia yang bergelar anak ADAM pasti akan melakukan kesalahan.

    Comment by zack-one | September 20, 2009 | Reply

  31. harap maaf, di atas saya telah sialap menyatakan bahawa saya warga indonesia, saya seorang rakyat malaysia sebenarnya. Ayat yang sebanar ialah “saya bukanlah warga indonesia tetapi malaysia.” harap diampun…

    Comment by zack-one | September 20, 2009 | Reply

  32. baaaabiiii dasAR GAK TAU DIRI
    apa gak malu ngaku2 daerah sampai kebudayaan qt . . .

    Comment by angga n' najib | September 21, 2009 | Reply

  33. mmg benar,
    tak berguna kalau rkyt Malaysia memberi sebarang komen di sini..
    yg kurang sopan akan ttp begitu..
    xdiajarkah cara adab budi bahasa di sana?

    Comment by yg bosan.. | September 22, 2009 | Reply

  34. betul betul betul…majoriti komen orang indonesia berbaur kebencian dan kehinaan..majoriti komen warga malaysia lebih tenang dan berisi kematangan…sudah sudah lah…orang indonesia berhak untuk berfikir apa sahaja…itu memang hak mereka…orang Malaysia..biarkan ajalah…yang penting kita sedar dan tahu majoriti kita tidak membenci mereka…biasa lah..bahasa kita tak semanis bahasa mereka..tapi yang penting..kita tahu hati kita kan..dan yang paling penting…Allah pun tahu hati kita….

    Comment by adik | September 28, 2009 | Reply

    • to adik : tolong baca semua coment dr atas,,,, siapa yang memulai dengan coment yang kasar,,,, tolong jangan sok pintar,, benar2 menjijikan yah orang jiran,,,,

      Comment by JOE | December 10, 2012 | Reply

  35. assalamualaikum wahai semua cucu adam dan hawa..
    kenapa mesti membicarakan mengenai ini semua??
    kita hanya makhluk Allah…
    dari satu ibu dan satu ayah..adam dan hawa..
    apa perlu perlu kita bergaduh kerana budaya yang penciptanya manusia??
    Bangkit lah wahai umat manusia semuanya..
    Kita satu hari tetap akan ditelan tanah…
    satu hari tanah ini akan hancur kerana kiamat..
    Di mana letaknya kita pada satu masa nanti??
    Di padang masya yang mana kita takkan ditanya dari mana negara asalnya kita..
    hanya amalan kita yang ditanya…dan bagaimana hubungan kita sesama saudara seislam??
    Bangkit lah wahai makhluk ALLAH, umat MUHAMMAD…
    sedarlah…
    ISLAM adalah perpaduan…tetapi mana perpaduan kita sebagai saudara seislam??
    islam tidak mengajar kita memusuhi orang bukan islam jikalau mereka tidak mengacau kita….jadi apakah kita umat ISLAM harus bermusuhan???
    Sayang sekali…kita berfikiran cetek dalm hal ini..
    Balik lah kita kepada ALQURAN dan AS-SUNNAH.
    Marilah sama-sama kita renungkan..AMIN

    Comment by ct | October 1, 2009 | Reply

  36. Assalamualaikum..
    Saya brstuju dgn ct..sungguh menyedihkan…kitakan saudara seislam…islam tak pernah membeza-bezakan.
    Apalah nak dibanggakan sangat dengan dunia yang fana ni..
    Bersatulah atas nama islam. Jgn biarkan pihak lain mengambil kesempatan untuk memecah-belahkan umat Nabi Muhammad SWT

    Comment by wana | October 18, 2009 | Reply

  37. malysia tu mwnya gmn….wilayah negara kita di ambil sungguh terlalu ! negara kecil aj soknya gt!!!!!! klo bisa pemerintah tegas coz tu sama ja malay melecehkan bangsa indonesia!!!!!! mksh

    Comment by ema | November 1, 2009 | Reply

  38. Assalamualaikum Wr Wb dan Salam Sejahtera saya haturkan kepada seluruh Saudaraku Sebangsa dan Setanah Air Indonesia dan Saudaraku Serumpun Melayu Malaysia.

    Saudaraku setanah air, izinkan saya untuk bercerita sekelumit mengenai kehidupan yang telah dan sedang saya arungi. Saya adalah sebagian kecil dari rakyat Indonesia yang sering melakukan perjalanan keluar negeri untuk mencari Ilmu dan Nafkah, karena Allah Berfirman dan Rasulullah pun Bersabda “TUNTUTLAH ILMU DARI BUAIAN HINGGA LIANG LAHAT” dan “AKU CIPTAKAN MANUSIA BERBANGSA-BANGSA AGAR SALING MENGENAL”. Tak kenal maka tak sayang. Alhamdulillah berkat semangat yang terkandung di dalam Firman itu saya telah mengunjungi beberapa negara seperti Singapura, India, Malaysia, Amerika, China, Korea, Thailand dan Vietnam. Dalam perjalanan kita dapat mengenal mengenai karakter, bahasa dan kebudayaan yang begitu beraneka ragam. Pada dasarnya semua manusia adalah mahluk yang lemah, dalam arti manusia selalu bergantung kepada Sang Pencipta. Tetapi Allah tidak akan merubah nasib manusia, jika manusia itu tidak belajar dan berusaha untuk merubah dari dirinya sendiri. Saya tidak ingin berceramah disini tetapi sekedar untuk mengingatkan diri saya sendiri jua, yang terkadang kehilangan arah karena begitu banyak variable yang harus dihadapi. Tetapi jikalau kita sabar dan cerdas menghadapi berbagai masalah, tentulah kita akan mendapatkan suatu karakter yang kuat lagi kokoh. Nabi pernah bersabda : “Tinta seorang sarjana lebih mulia dibanding darah seorang syuhada”. Ada pepatah mengatakan, bersifatlah seperti padi, semakin berisi dia merunduk. Sebagai seorang warga negara Indonesia tentulah terusik jiwa patriotisme kita, ketika hak kita akan dizalimi oleh orang lain. Tetapi kita harus berpikir jernih, sejernih embun di pagi hari dalam menghadapi setiap masalah. Setiap persoalan pasti ada jawaban yang paling tepat untuk mengatasinya. Suatu pemandangan gunung, sungai yang mengalir , sawah dan juga nyanyian nyiur kelapa nan elok melambai di tepi pantai yang sering juga kita jumpai, tak perlulah kita menerangkan kepada semua orang bahwa itu indah, karena semua yang mendengar dan melihatnya pasti akan berkata bahwa itu memang indah. Setiap ada permasalahan petiklah hikmahnya, agar mencapai jalan keluar. Yang Hak tak akan bisa dikalahkan oleh yang Bathil. Damai dan Majulah Indonesiaku.

    Wassalamualaikum Wr Wb dan Salam Sejahtera agar kita semua dapat saling mengenal. Terima Kasih dari Anak Bangsa.

    Comment by Gatot Hardiningrat | February 4, 2010 | Reply

  39. hidup indonesiaaaaaaaaa……. siapapun yang mencoba mengganggu kedaulatan R I harus kita hadapiiii.

    Comment by chimax | March 28, 2010 | Reply

  40. assalamualaikum wr.wb..
    Tidak akan pernah selesai bila segala sesuatu dengan kemarahan dan saling dorong,mending perbanyak ibadah sama allah bekal untuk akhirat kelak,dan minta petunjuk NYA

    Comment by ade disini | August 17, 2010 | Reply

  41. islam sih islam….serumpun sih serumpun….tapi kalo maling gebukin aja apa susahnya…gitu aja kok repot!!! kita hajar malay di kampung halamannya….kapan berangkat bro??

    Comment by patriot | August 19, 2010 | Reply

  42. Sepertinya ada kepentingan lain dari isu-isu yang tak sedap antara malaysia dan indonesia yang diciptakan oleh orang yang tidak ingin kita sebagai saudara serumpun untuk bersatu. Karena mereka tahu bila 2 negara serumpun ini bersatu akan mengganggu eksistensi mereka yang saat ini dianggap sebagai polisi dunia. Jadi ada baiknya sebagai saudara serumpun dan seiman kita lebih mengedepankan pola berpikir yang jernih..

    wasalam

    Comment by Anto | August 20, 2010 | Reply

  43. presiden kita harus lebih tegas dan lebih mencintai negara nya. presiden soekarno pun punya prinsip terhadap pembelaan negara nya. APABILA SAYA HARU MEMILIH DIANTARA 2 PILIHAN, MENCINTAI ANAK ISTRI SAYA ATAU NEGARA?? SAYA LEBIH MEMILIH MENCINTAI NEGARA.KARENA NEGARA ADALAH IBU PERTIWI SAYA.kita harus menghormati perjuangan presiden soekarno atas negara kita. hasil nya segala atribut yang berbau soekarno masih di cintai dibandingkan dengan presiden sesudah nya. karena apa?? ya jasa-jasa tehadap negara.

    Comment by EDWARD | August 22, 2010 | Reply

    • Gemana gk cinta ama negara, dy punya negara cuma satu, istriiiiiiii na ada bwaaaannnyakkkk bwangttttz hahahaha

      Comment by aboe | May 18, 2012 | Reply

  44. Indonesia negara yg sgt besar,perlu pimpinan berkarakter spt Soeharto. Kalau dgn kewibawaan atau kekharismatisan pimpinan yg memimpin Negara sebesar ini, yakinkanlah …..

    kekerasan dan ketegasan harus dipadukan , seiring n sejalan, Coba kalian renungi bbrp waktu yll, masa Soeharto. jgnkan asia , dunia segan akan kredibilitas RI, apalagi malasia. RI yg berani terang-terangan memproklamirkan diri, NONBLOK. bandingkan sendiri antara a-z pemimpin2 Negeri ini.

    Comment by adesNA | August 24, 2010 | Reply

  45. Ass wr wb. Malaysia-Indonesia bertetangga memang kalo dekat ada saja yg bisa bikin masalah. Penting disini rasa tenggang rasa dan toleransi. Kepada masyarakat malaysia mmmm.. kami akui memang bangsa anda lebih maju baik secara ekonomi dan lainnya, tp hendaknyalah jangan terlalu arogan dengan kemajuan yg anda raih tp hormatilah kami sebagai bangsa yg berdaulat.
    Dan untuk saudara2 ku bangsa Indonesia…
    banyak sekali pekerjaan rumah kita, semakin kita emosi maka semakin kita akan kalah (dimata dunia). Mari kita pekerjaan rumah seabrek kita dan tetap jaga rumah kita indonesia dari rongrongan bangsa lain. Kalo rongrongan wilayah memang masalah besar tapi ada rongrongan yg lebih besar yaitu masalah budaya. dan itu bukan cuma dr malaysia tp dari bangsa2 yg lain. Mari kita bangun indonesia. dan hidup rukun dengan harga diri yang membanggakan.
    Indonesia Tanah Tumpah Darahku…modal yg sangat besar untuk memajukan bangsa ini. Insya Allah. Kita Bisa kalo kita mau.

    Comment by mas kartubi | August 25, 2010 | Reply

  46. mendingan malaysia karo indonesia perang ae disik….ngko nek karuan sing menang ndi dadi genah…..karo ge nyudo poro pengangguran semu sing gaene demo kae…ben podo mati disik,…tentara maju keri wae…eman eman….sing podo nganggur ra nyambut gawe kui kon maju disik….jajali wani pora…ojo podo kegeden cangkem…indonesia kelangan pulo, kelangan wilayah yo beeen….mandak raiso mbangun wae…ben di bangun malaysia wae…ben maju…

    Comment by arrie | August 26, 2010 | Reply

  47. aq asli indonesia…..cinta indonesia…. tapi benci pada para penjahat negaraku sendiri….penghambat pembangunan…dari pada perang dengan malaysia…mending dananya untuk BANTAI KORUPTOR, CINCANG DAGINGNYA, KASIHKAN IKAN LELE DIRUMAH…..!!!! jgn para pencuri ayam, kakao, smangka aja yang di hukum, tapi korrrupptooorrr malah bebas atau di hukum ringan, maling ayam seharga 20 000 dihukum 3 bln…koruptor 250 miyard 15th….hwaaaa…manna keadilan…..seribu tahun tdk akan maju jka terus bgini…

    Comment by arrie | August 26, 2010 | Reply

  48. kami sebagai rakyat indonesia siap membela tanah air sampai titik darah terakhir,,,apa lg malaysia sdh berulang-ulang kali membuat malu dan meremeh kan tanah air kita yg kita cintai…saya kira ini lah kado yg di beri kan malaysia buat negara indonesia,,,mereka jual wajib kita beli.merdeka merdeka merdeka hidup indonesia.

    Comment by ozall | August 27, 2010 | Reply

  49. kacong,

    dsni q hanya org awam, anda kalian smua RI N MALAY.anda sama2 pintar sbenarnya. n saya minta gunakanlah kpintaran anda untuk menyelesaikan ini smua dgn baik. nboten sparap male ndawuh nopo kulo mpon, koleng niki. sepurane sing katah sedoyone.

    Comment by kacong | August 27, 2010 | Reply

  50. mau di bawa kemana negara ini
    apakah pemerintah rakat dah di anggap banci ma negri sebrang itu hingga semau dia merampas menghina martabat kita

    kalo pemerintah tidak segera menghentikan nya

    mungkin akan terjadi perang gerilya dari rakyat seperti jaman penjajahan dulu ingat kekuatan rakyat indonesia tidak dapat di remehkan

    sebelum semua rakyat indonesia mengangkat bamburuncing segera selesekan lah masalah komfrik ini

    entah kemarahan rakyat indonesia sudah sampe mana
    ini mungkin hanya sekedar kata kata namun benar tidak nya itu terserah penilaan seluruh negara indonesia

    ingat ah sekali BAMBURUNCING di akangkat tak kan bisa turun sebelum diratakan atau meratakan

    karena rakyat indonesia sudah siap akan segala hal kematian darah tak jadi masalah karena ini bumi kelahiran rakyat indonesia

    para pemimpin tetaplah menjadi dan bersikap seperti pemimpin jangan lah sampe di abaikan dan tidak di anggap lagi adanya pemimpin
    ingat sekali lagi kalau sudah BAMBURUNCING di angkat tiada yang dapat menghentikan nya

    Comment by rogojiwo | August 28, 2010 | Reply

  51. Sapaehna buat merah putih,aku kan terus berjuang untuk mu doa dan jiwa raga ku untuk mu sampai tetes darah penghabisan ayo pak SBY aku bangga dengan ke pemimpinan mu,aku cinta dan sayang ke padamu,bla perrlu kasih ultimatum kita rakyat mu sudah sakit dengan lontaran kata2 pemerintah negri jiran anjing itu,,,,seandai nya ada WAMIL aku kan maju paling depan buat merah putih i love you garuda merah putih ku,,,,fuck malaysia

    Comment by opy sopyan wijaya | August 28, 2010 | Reply

  52. Ass,Wr,Wb

    Dari segi pembentukan karakter bangsa kita tertinggal jauh, sehingga hal ini menimbulkan ketidakpedulian kita terhadap bangsa ini, diperlukan gerakan konsisten untuk menanamkan rasa bangga dan jati diri yang tinggi pada penerus tongkat estafet Bangsa Indonesia..konsistensi pejuangan harus ditegakkan tanpa pernah merasa lelah.

    Mohon izin untuk membagikan artikel ini..tks

    Comment by IPOET SIREGAR | August 28, 2010 | Reply

  53. Aku sebagai orang indonesia prihatin dengan permasalahan ini, Malaysia adalah banyak orang muslim…siapa yang mau perang sama mereka?…Kami tidak akan menumpahkan darah sesama MUSLIM..Banyak Orang indonesia jadi orang malaysia..Saudara2ku janganlah mengedepankan emosi…sabarlah kalian, biarlah pejabat negara yang membahas dan membicarakan dengan kepala dingin….
    2 Juta orang indonesia kerja dimalaysia,…Amerika akan senang kalau indonesia berseteru dengan Malaysia… Wahai saudara2ku janganlah kalian bertindak di luar batas Agama Kalian, Siapapun expatriate yang di indonesia wajib dilindungi, sakalipun Kafir Musta’man…Bepeganglah dengan Tali Agama Allah dan Bukan Nasionalisme buta semata…Orang2 Malaysia adalah saudara2 kita, kalau sampai terjadi seperti kasus2 kemaren karena lemahnya pejabat2 kita..itu yang wajib kita kritik, bukan malah mensweeping orang malaysia…Jika kalian Muslim..sungguh kalian telah berbuat melebihi batas ..dan anda termasuk dzolim…

    Comment by ABU HAIDAR MUHAMMAD | August 29, 2010 | Reply

  54. Assalamu’alaikum wr.wb.
    memang jika hanya debat begini insyallah tidak akan menyelesaikan masalah.satu – satunya cara supaya masalah antara Indonesia dan malaysia tidak berlarut-larut adlah dua pemimpin negara tersebut duduk berunding dengan kepala dingin dan hati dingin, mumpung dalam suasana bulan penuh berkah ini (bln ramadhon.
    masalah sekarang bukan lagi masalah maju dan tidaknya antara kedua negara tersebut,corup dantidaknya pejabat dua negara tersebut.namun setidaknya masalah sudah semakin panas bila melihat berita – berita di media.
    di Indonesia masyarakat dari hari ke hari berdemo sampai membakar salah satu atribut negara Malaysia. dan di negara seberang masyarakatnya merasa tidak terima jika ada salah satu atribut negaranya di lecehkan di negara sebelah.
    saya sebgai orang awam merasa ngeri, jangan – jangan ini ada kaitannya dengan politik internasional yang inggin menghancurkan negara berdua yang nota bene sama – sama mayoritasnya Muslim.
    lebih parahlagi jangan – jangan Malaysia hanya dijadikan umpan saja agar umpan tersebut dimakan oleh Indonesia dan ketika umpan sudah termakan maka bencanalah yang terjadi. jika kedua belah pihak tidak bisa menyelesaikan dengan cara MUSYAWARAH.
    maka sudah seharusnya kita sebagai umat manusia selain memiliki rasa nasionalisme kita hendaknay juga memiliki rasa persaudaran yang dalam Islam dinamakan dengan UKHUWAH ISLAMIYAH.
    saatnya kita tidak jadi boneka tapi saatnya kita jadi creator.
    kita harus konsisten dengan apa yang sudah kita musyawarahkan. jika memang dalam hasil musyawarah sudah diputuskan, kita harus menghormati keputusan itu sampai kapanpun. jika memang suatu pulau tersebut sudah di putuskan milik negara Indonesia ya Maaf Malayisa jangan mencari jalan lain untuk bisa menguasainya. entah penduduk negari itu maju atau tidak itu sudah urusan lain. yang penting kita kawal keputusan hasil musyawrah dengan lapang dada.

    Comment by samuah | August 30, 2010 | Reply

    • Alhamdulillah, I am agree with you dear brother/sister. These are the games of politics. There are hidden hands trying to destroy the peace among Malaysia and Indonesia, because we are both Muslims majority countries. The medias also exaggerate things beyond the truth for both Malaysia and Indonesia medias. It has becoming an unreliable source of information. Hatred brings nothing than harm and destruction. Let us get back to out source, Al-Quran and Hadith. That’s the best solution. I hope people will stop talking about war and whatnot. Let us pray for betterment, Insha-Allah.

      Comment by Zacky | November 18, 2011 | Reply

  55. saat ini kita rakyat biasa tidak bisa berbuat banyak… hanya memendam rasa dongkol dan amarah… kita berbuat dari yang terkecil saja dulu… jangan pakai produk malingsia itu.. XL, CIMB NIAGA…DLL

    Comment by pandu | August 30, 2010 | Reply

  56. semua harus di selesaikan dgn kepala dingin dan baek baek tapi klo kesepakatan slalu merugikan indonesia apakah itu yg baek ,semua tergantung dari pimpinan kita wakil indonesia yg kurang becus melakukan diplomasi ,kita udah kehilangan padan dan ligitan masak mw kehilangan ambalat lagi….klo udah gni gi mn pa perlu rakyat indonesia berjuang tanpa pemimpin………….
    lok bisa indonesia memilih wakil y bisa di andalkan pemberani..bukan slalu ngalah

    Comment by endra | August 30, 2010 | Reply

  57. khusus nya bangsa indonesia harus mengikuti undang2-undang undang batas laut apalagi pelaut yang tugas nya di peraiaran antara indonesia dan malaysia

    Comment by tri kirana yulianingsih | August 30, 2010 | Reply

  58. Assalamualaikum. Wr Wb
    Saya merasa prihatin dengan keadaan seperti ini..
    mudah2an Allah memberi petunjuk kita semua. Saya sebagai rakyat Indonesia, saya cinta dengan Indonesia.
    Tetapi saya hanya ingin kedamaian, Ayolah saudaraku semua mari kita bangkit, bangkit dari keterpurukan, Hati yang bicara bukan otot yang bicara.
    Dulu jaman penjajahan, strategi yang paling ampuh digunakan adalah Politik adu domba, kita harus melihat ini jangan sampai kita terjatuh untuk kedua kalinya.
    naudzu billahi min dzaalik.
    Salam Ukhuwah islamiyah.

    Comment by Sahawew | August 30, 2010 | Reply

  59. hahahha….say jdi tergelitik utk ikut berbicara, saya bingung membaca setiap koment para teman2 semua,,,apakah setiap yg kalian lontarkan itu dapat menyelesaikan masalah ?
    sebenar nya masalah ini di bilang gampang..ga gampang, dibilang susah..ga susah, kasih aja pertanyaan,,
    1.kenapa pemerintah malasia menangkap org pemerintahan
    indonesia,padahal mereka tidak melewati batas malasia?
    (ini pertanyan buat bangsa malasia)
    2.dan kenapa bangsa indonesia menjadi marah kepada malasia??
    (ini pertanyaan buat bangsa indo)

    masalah nya ini kan….betul ga?? jadi jangan ngomong tetek bengek yang ga ada sangkut paut nya….

    NOTE:
    kita masyarakat indo maupun malasia takan pernah tau apa yang sedang pemerintah main kan…ini SEMUA jelas mengandung politik…pikir kanlah. masyarakat HANYA bidak catur buat pemerintah..yang gampang di hasut,,disuruh belok kiri mau,belok kanan mau,disuruh maju mau dan lain sebagai nya.ini yang harus kita sadari.

    mmm…jujur saja dari pertanyaan datas saya sdh bisa menyimpulakan jawaban nya…
    mencari SIAPA YANG BENAR SIAPA YANG SALAH GA ADA HABIS NYA..
    tapi tetap saja kita harus mencari titik PERMASALAHAN nya karena memang HARUS.

    bagemana dgn teman2 dari indo dan malasia apakah sependapat dgn SAYA…

    Apabila ternyata dari kedua belah pihak(pemerintah)hanya memikirkan EGO nya yah..APA KATA DUNIA.

    EFFEk;
    bila berperang SIAPA yang bakal menderita ,ya MASYARAKAT itu sendiri yang dirugikan,,,PEMERINTAH jelas TIDAk karena MEREKA berada DI BELAKANG LAYAR.mana ada mau ANGGOTA DPR,MPR maju kemedan perang….MIMPI KALI YA.
    HAHAHHAAAAAA…..
    MASIH KURANG jelas juga…….
    Klo begitu dengan lantang SAYA katakan KALIAN SEMUA ANAK2 BANGSA penerus kemajuan BANGSA INDO DAN MALASIA sendiri..
    PADA TOLOL…

    TerimaKasih GBU ,Salam Persodaraan

    Comment by eky wenthe | August 31, 2010 | Reply

  60. Ass, menilai dari perdebatan di atas saya warga Indo sndiri meminta maaf yg sbesar”nya kpd sluruh rakyat malaysia. Kami cinta indo dan tdk cinta kpd setan yg mengasut sgenap jiwa raga kami. Kami sadar spenuhnya apa yg terjadi, ini suatu ujian dari Allah agar kita bsa lbh mempertebal prsaudaraan kita. Kekeliruan dan kesalahan bkn untuk di benci tapi di pegang dan diamalkan untuk bsa jdi yg terbaik, kami hnya berharap malaysia tdk ambil hati dari kata kasar saudaraku di indo, amien

    Comment by hamba Allah | August 31, 2010 | Reply

  61. Saya warga negara Indonesia, punya jiwa patriotisme tuk membela bangsa, tapi saya juga sangat benci dengan para pejabat atau mereka yang mengajak permusuhan bahkan perang dengan malaysia, karena jika itu terjadi ujung-ujungnya ,rakyatlah yang menderita ,sedang para pejabat akan selalu mencari keuntungan dari peperangan itu, tuk para pendemo yang mahasiswa, jangan perang yang kau tawarkan ,tapi tuntutlah malaysia lewat hukum Internasioanal sesuai dengan status anda sebagai para intelektual, untuk para anggota DPR jangan melarang anak-anak Indonesia melihat tayangan Upin-Ipin ,karena sebagai orang tua ,saya melihat tayangan
    Upin-Ipin lebih cocok dan sesuai dengan karakter masa kanak-kanak, ini jika dibandingkan tayangan film anak-anak buatan Indonesia sendiri, selalu menayangkan anak yang berani menghardik orang yang lebih tua, anak-anak yang marayu lawan jenis/ berpacaran, anak-anak yang menghina/memeras atau menipu teman sebayanya, ini benar-benar tidak baik untuk ditonton anak-anak, bagaimana para anggota DPR menanggapi hal ini, gak kepikir kali ya..!! hasilnya ketika mereka dewasa, berani menghardik siapapun (dalam bentuk demo yang hampir setiap hari ada), kalau jadi pemimpin atau pejabat akan ngakali/menipu rakyatnya untuk memperkaya diri atau kelompoknya sendiri, kalau udah banyak uangnya lalu main perempuan, atau tergoda perempuan lain. Nah untuk kita semua mari kita kejar keunggulan malaysia dan kita koreksi kekurangan kita ( cuma sulit ya, melihat kekurangan sendiri )

    Comment by Yoenanto | August 31, 2010 | Reply

  62. indonesia kuat dan pasti bisa Mangalahkan Prekonomian
    Malaysia yang dahulunya banyak belajar Dari Indonesia >>>>

    Indonesia Surga,( Malaysia tak taw diuntung )
    ? …..

    Comment by Rezky goba | September 2, 2010 | Reply

  63. panas2tai ayam,semuanya,kasi aja nasi bungkus dan rokok satu bungkus udah pasti aman

    Comment by huta | September 2, 2010 | Reply

  64. saya setuju dengan komentar dari pihak2 malaysia,yg mnyebutkan bahwa indo lbih brfkir menggunakan emosi dari pda malaysia…,akan tetapi apabila dapat sya analogikan,knapa rakyat indonesia sbegitu marahnya..,mungkin posisi trsbut dpat dianalogikan bahwa barang milik se2orang malah di claim mnjadi miliknya,sangat jelas orang yg punya akan marah2,dan orng yg mencurinya akan berkelit dengan indahnya..,seperti kata2 yg saya baca diatas..,untuk pembaca malay,coba anda posisikan diri anda menjadi rakyat indo?saya rasa perkataannya tidak akan jauh dari “ganyang malaysia”

    Comment by nuno | September 2, 2010 | Reply

  65. Haha..ada-ada aja,qt disini panas kepala ampe ke ubun2 kebakar em0si,itu org2 yg duduk manis di istana dgn jas rapi msh bs tidur sambil rapat yg bertema “menyelesaikan k0nflik bilateral”
    Sbg org Indonesia tidak heran jika sy ikut dbuat geram dgn Malaysia (PEMERINTAHnya tentu saja).Kalo memang mengaku saudara serumpun,knp saudaranya (RAKYAT Indonesia tentunya) yg sdh menyumbang tenaga kerjanya harus mendapat perlakuan tdk pantas?Bs kita hitung brp biji TKI nyawanya melayang di negara yg katanya mengaku saudara?
    Tp heran,ketika sy jd org Malaysia mgkn sy akan berk0mentar tdk jauh beda dgn Malaysian2 diatas..
    Toh qt cuma rakyat,tdk salah kalo qt cuma bs menghujat..
    Dan sygnya sy adalah rakyat Indonesia..
    Lbh sayang lg,sy gregetan sama org2 Indonesia..ya pemerintah,ya rakyat yg sok2 mw brgkt perang,,sy tdk yakin mereka tdk takut darah..
    Sy tdk suka perang,
    DARAH RAKYAT ITU HARGA MAHAL YG HARUS DIBAYAR UNTUK SEBUAH PERANG,sementara bpk-ibu yg duduk manis di istana yg makan duit kita itu qt lindungi..
    Persaudaraan itu memang lekat dgn persaingan,tp apa musti perang?musti mencuri hak saudara?
    Tidak bisakah persaingan dilakukan dgn bijak dan sehat?
    Hmm..yg ikut panas kepalanya yg sdh menggebu2 menuliskan catatan disini,coba bedakan mana yg utk,dari dan oleh PEMERINTAH dan mana yg untuk,dari,dan oleh RAKYAT..
    (“,)

    Salam damai utk qt semua..

    Comment by Aulia | September 7, 2010 | Reply

  66. Ayo rakyat Indonesia jangan takut, jika perang merupakam jalan terakhir mari kita selesaikan dengan gentle.

    Comment by nova | September 7, 2010 | Reply

  67. Salam damai,
    Janganlah kalian terpancing amarah,indonesia dan malaysia adalah saudara yg merupakan negara serumpun(sesama muslim).
    Ini semua hanya pemainan kaum yahudi,yg tercantum di dalam Al-qur’an bahwa kaum tesebut adalah keturunan babi dan kera…yang bertujuan mengadu domba umat muslim..supaya dengan mudahny menghancurkan islam.

    Comment by ganjar | September 7, 2010 | Reply

  68. apa sih sebenar nya mau malaysia ….maLaysia itu itu sok jagoan sok berkuasa …. sudah banyak persoaLan di negri kami …. jadi jangan Lah kaLian tambah masaLah baru Lagi kepada kami ….jangan Lah ganggu kami terus ….

    Comment by ismail | September 13, 2010 | Reply

  69. bukan nya kami takut kapada kalian bangsa malaysia ….maLaysia biadab ….

    Comment by ismail | September 13, 2010 | Reply

    • Do not insults our country. I know not all ppl in my country is good but not all of them is bad. You should USA and Jews why they treated us like this till we hate each other. Malaysia and Indonesia is a victim of USA n Jews…

      Comment by Amy Djaini | January 25, 2012 | Reply

  70. hahaha…aku berasa lucu dan kelakar melihat situasi permasalahan antara Malaysia dan Indonesia..

    Comment by FBI | September 14, 2010 | Reply

  71. hooo besungguh napok teh.gong gong blako puok2 indon.haneler mena napok teh nok pere.jange caba sek klate keturune Tok Janggut.Takkan Melayu Hilang Di dunia…

    Comment by OGHE KLATE | September 14, 2010 | Reply

  72. Assalamualaikum….

    Bismillahirahmanirahim…..Dengan nama Allah swt yg nyawaku dan nyawa stp makhluk dlm gengamanya(termasuk kalian).Terlbh dahulu sya mau trangkan yg saya adalah rakyat Malaysia.Bg saya isu kedaulatan adalah hak sesebuah negara berdaulat.Dan…menjadi kewajipan utk menjaga kedaulatan itu.
    Berkenaan pemberian bantuan..janganlah diungkit.Tpi bg yg merasa diberi bantuan perlulah menghargai.
    Sikap setia pd negara msg2,adalah normal.Tpi gunakan lah akal fikiran.Dan saya percaya,akan ada penyelesaian dlm isu ini.Tanpa rakyat kedua-dua negara melahirkan rasa marah.Biarlah hanya kerajaan kedua negara yg menyelesaikan nya.
    Berkenaan TKI(tenaga kerja)yg dianiaya di Malaysia..tdk perlu kecoh.Kerana Kerajaan dan pihak berkuasa Malaysia,tdk pernah kompromi bg sesiapa sahaja yg melakukan kekejaman.
    Tpi malang juga apabila media di negara anda mensensasikan suatu kejadian yg melibatkan warga Indo.Walaupun si pesalah telah ditangkap dan dihukum.Ntah di mana silapnya apabila ada kejadian,Kedutaan dan Konsul Malaysia jadi sasaran.
    Apakan anda memahami maksud saya?Anda lebih percaya laporan media anda lebih daripada kenyataan.
    Bg saya Malaysia dan Indonesia perlu hdp aman dan makmur.Tanpa rakyat mendomba pemimpin mrk.

    Comment by kamarul | October 3, 2010 | Reply

  73. MALAYSIA KEMARUKKKKKKKKKKKKKK.,,,,,…………….CALON ERAKA SEMUA DIBAKAR KALIAN NEGARA KALIAN AKAN KENA MUSIBAH BESAR,…..LIHATLAHHH HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAA

    Comment by manik | October 14, 2010 | Reply

    • oon^_^

      Comment by kamdul | January 3, 2011 | Reply

  74. besatulah rakyat indonesia jangan terpecah belah,mari sama2kita membela tanah air indonesia

    Comment by latep | December 2, 2011 | Reply

  75. Tahukah tuan-tuan dari Malysia syarat Bangsa (serumpun) bisa dipersatukan?
    Janganlah tuan-tuan berbicara: Kita bangsa serumpun semestinya bersatu……..,sementara syarat-syarat untuk itu tuan-tuan abaikan?

    Comment by Lee Andrianovich | December 26, 2011 | Reply

  76. Dakwaan tidak benar. I’m malaysian. I have a lot of Indonesian friends here and they lived in peace in my country. We still can communicate very well and our friendship is good. This is so fake.

    Comment by Amy Djaini | January 25, 2012 | Reply

    • Aq jadi warga Indonesia jd malu, liat komen orang kita seperti gk ada pendidikan, selalu dengan emosi, lo pada gk tau y, yg misahkan Indonesia n malaysia tu inggeris n belanda, pembagian wilayah na aja mereka yg ngatur, terus kita musti ikut” undang” Internasionaln yg buat undang” tu kan org kafif, hahahaha

      Terus aq mau komen tentang negara kita Indonesia, menurut pendapat saya ce, Yg Bikin semangat bangsa indonesia berapai api sampai seperti api bahan baku iblis, yg buat y presiden soekarno toh, ea gk?
      Dy nak rebut semua negara berdaulat di nusantara, raja yg tahluk diangkat jd gubernur, yg tak tahluk dianggap sekutu belanda, :p dasar Indonesia

      Selepas to dy pun nak ambil serwak , sabah, breunai singapur n semenanjung malaya, sebab mereka da buat negara sendiri , kebetulan to negara bekas jajahan inggris n dapat byk bantuan dr inggris, jd dah dibilangin malaysia negara boneka inggris, indonesia to tak sadar, yg dihina hina dia to siapa, to saudara kita jg. Ada byk org bugis, jawa, padang dll. Yg jd warga negara malaysia,, n sebagian besar orang melayu di Riau Indonesia punya saudara WN malaysia , jd toh npa musti perang,

      Kyk na kita gk pantes pakai sistem republik, to kan sistem na orang kafir, hahaha

      Liat malaysia, mencantumkan dirinya sebagai negara Islam meski byk agama yg ada disana, bkn berarti agama laen di kekang, tp hidup dengan damai,

      Bkn seperti Indonesia yg kata na bhenika tunggal ika, masak bangun gereja ajj gk boleh ma org muslim, :D

      Aq sering nonton tv malaysia, tak perna sedikit pun menyinggung indonesia, tp media masa indonesia seperti batu api yg terus membakar, tak gune, rakyat sengsara pon, tak kesah pun aq bila negara ne hancur berderai, sebab sebelum mempertahankan negara PERTAHAN DULU PERUT MASING MASING hahaha

      Comment by aboe | May 18, 2012 | Reply

  77. kenapa sih kita gk kayak jamannya suharto dan mahathir dulu kan damai2 aja, tidak ada yang maling budaya , seperti malaysia korang yang miskin budaya

    Comment by welly | June 19, 2012 | Reply

  78. kalo anda benar saudara serumpun kenapa budaya kami,tarian kami anda klaim,,sebenarnya anda muslim negara islam tapi d kendalikan inggris tapi negaraku ngga gentar,,tidak juga takut dunia akan berputar,sudah nampak semua

    Comment by abenk chelsea | July 19, 2012 | Reply

  79. i noticed most of Indonesian comments wanted WAR? what the heck??! you guys really want a war just because of culture clash??? if it is about the religion, i am able to understand well, but it’s only about CULTURE people, not RELIGION, which is far more important… wake up man! this is not worth it!

    Comment by Zack | July 20, 2012 | Reply

  80. di mna2 tu orng tu tw klw mlysia negara islam kq bisa2 nya budya Budha di indonesia di klaimnya juga ,sdah terbukti mlysia tu hnya ingin indonesia spya mrah
    ayolah pemerintah indonesia kta lwan negara boneka itu jangan kita terus diam kya gini gk malu budya kta di kliEm se enk enknya!
    kami cuman berharp pemerintah cari pemimpin yg tegas “klau bsa Pak prabowo subianto yag jdi presiden krna cuman itu yg bsa mneruskan kta2 pak.soekarnoo “GENYANG MALAYSIA” MEEERDEKKA….!!!!!!!

    Comment by jefry | July 21, 2012 | Reply

  81. Klaim Malesia hanya efek ikutan dari sejarah kita sebagai bangsa Melayu Raya yang dipecah-belah dan diadudomba oleh kolonialis Eropa. Kasihanilah saudara kita itu, mereka sekarang sedang dalam fase yang sangat berat dalam upaya menemukan kembali sejarahnya yang banyak dipalsukan :)

    Comment by Kabar Malaysia | October 7, 2012 | Reply

    • malaysia is da best country in the world,,,,,,,indon sial,smpai kapan mau banggain sejarah,,,,pndanglah kedepan….jgn banggain sejarah doang,,,,,nkri bakalan dijual untuk mnanggung utang,,,,,,cian nyerrrrrrrrrrr

      Comment by presiden imbauan | October 10, 2012 | Reply

      • bicara country,,,???? sejak kapan mlaysia menjadi negara,,,???? hahahahaha nglucu ni orang,,,, jengan mimpi kalian jadi negara merdeka ,,, kecuali kerajaan inggris sudah pada amnesia,,,, hahahaa boneka-boneka,,,,,, baru bisa berjalan aja belagu minta ampun,,,, sadarlah kalian ini belum merdeka,,,, kalian cuma boneka,,, sadaaaaarrr bercerminlah makanya baca sejarahmu,,,, jangan bangga jadi boneka,,,,hahahahahahah

        Comment by JOE | December 10, 2012

  82. hahahahhaa …. lucu … lucu … indo vs malay, ayo terus berantem.

    kalo dipikir-pikir, seandainya beneran terjadi konfrontasi antara indo & malay pasti pada babak belur semua. Indo dengan populasi yang lebih banyak dr malay di atas kertas pasti sudah pasti menang, tapi malay yang punya duit lebih banyak juga pasti ga’ bakal diem aja. mereka tinggal ambil duit yang banyak trus di bagiin ke orang indo yang pada mental korup semua untuk merangi bangsa mreka sendiri yakin dech! pasti berhasil strategi malay itu. Nah, berhubung populasi indo lebih banyak, maka akan semakin banyak pula duit yang harus di kluarin malay. lama-lama jadi kere dech malay. Sementara itu, dari begitu banyak populasi indo pasti ada yang ga’ kebagian duit malay, akibatnya ….. hajar terussss hahhahahahahahah

    Daripada banyak omong semua di sini, mending intropeksi diri masing-masing. Tuh, di malay, banyak masalah, urusin intern loe sendiri sono, jangan pada sibuk ngurusin negara lain. Nih, di Indo, pada ribut mulu sich urusan negeri orang, liat tuh negara loe, pada korupsi semua. Negara yang seharusnya bisa besar gara-gara ulah oknum jadi ancur semua. Sebisa mungkin infoin juga tuh ke seluruh warga negara indo jangan mau cari makan di negeri orang. Akibat dari pemerintahan yang ga’ peduli terhadap nasib wong cilik mereka jadi ikut malu-maluin kita di negeri orang.

    Klo dah pada mapan semua kan enak. mau perang?? silahkan! dah sama-sama kuat, pasti seru dech

    Trus gw gimana?? klo malay masih tetep rese’ n masih aja ga’ tau diri, nich gw:

    “ Kalau kita lapar itu biasa
    Kalau kita malu itu juga biasa
    Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
    Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
    Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu
    Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
    Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
    Yoo…ayoo… kita… Ganjang…
    Ganjang… Malaysia
    Ganjang… Malaysia
    Bulatkan tekad
    Semangat kita badja
    Peluru kita banjak
    Njawa kita banjak
    Bila perlu satoe-satoe!”

    Sumber : Pidato Presiden Soekarno.

    Comment by Sleketep | March 7, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: